Posts

hari ini aku kembali pada meja kerjaku dan membuka laptopku untuk mencoba menulis kisah ini yang terfikir dalam perjalanan ku menuju ke kantor dan ini sangat membuat aku berpikir lebih deep dalam menilai sesuatu yang saat ini aku mencoba menganalisa dan memahami APA ARTI HIDUP SEBENARNYA? perjalanan hidup ini kita hanya akan melewati fase kehidupan yang membuat kita terkadang lupa apa makna dari sebuah hidup, kita tetap bernafas, melewati kesedihan, kebahagian dan semua fenomena yang terjadi kita alami tanpa sadar kita saat ini bertambah tua bertambah sejarah hidup yang kita lewati.  bersyukurlah untuk kita yang masih menjaga keimanan kita menguatkan spiritual kita dalam setiap langkah dan selalu berusaha menjadi lebih baik setiap waktu. percayalah yang kita lewati hanya lah untuk menjemput sebuah fase yang sudah di takdirkan kita, beruntunglah yang bisa menjemput waktu itu namun banyak juga yang sudah kembali ke sang Pencipta sebelum menjemput waktu itu.   PERBANYAK LAH BERSY...

“Hari Ketika Ia Memilih Dirinya Sendiri”

Image
  Ia pernah menjadi perempuan yang menunggu. Menunggu diingat. Menunggu dipahami. Menunggu dicintai dengan cara yang tidak melukai. Setiap ulang tahun datang seperti angin lalu. Tidak ada yang benar-benar berhenti untuk merayakannya. Dan ia berkata pada dirinya sendiri, “Tidak apa-apa. Aku kuat.” Dan memang benar — ia kuat. Tapi kekuatannya dulu lahir dari bertahan. Sampai suatu hari, ia lelah hanya menjadi kuat untuk orang lain. Di sebuah pagi menjelang ulang tahunnya, ia terbangun dengan perasaan berbeda. Bukan sedih. Bukan kecewa. Tapi jernih. Ia berdiri di depan cermin. Memandang perempuan yang sudah melewati begitu banyak badai — kata-kata kasar, malam-malam panjang, perasaan tidak dianggap, dan hari-hari ketika ia hampir lupa siapa dirinya dulu. Namun yang ia lihat pagi itu bukan korban. Ia melihat penyintas. Ia melihat perempuan yang: Tidak membalas luka dengan kebencian. Tidak membiarkan hatinya menjadi pahit. Tidak menyerah meski tidak selalu dir...

“Perempuan yang Belajar Tidak Menunggu”

Image
Namanya tidak pernah disebut dalam perayaan besar. Tidak ada kue bertingkat, tidak ada lilin yang ditiup bersama sorak-sorai. Namun setiap tahun, ia tetap bertambah usia — diam-diam, seperti doa yang tidak bersuara. Ia pernah menjadi perempuan yang ceria. Punya mimpi. Punya tawa yang lepas. Ia percaya hidup akan berjalan seperti cerita yang sering ia baca: penuh cinta, penuh dukungan, penuh rasa aman. Tapi hidup tidak selalu menepati janji. Ada hari-hari ketika suaranya mengecil. Ada masa ketika ia merasa hilang di dalam rumahnya sendiri. Kata-kata yang seharusnya menguatkan justru melukai. Dan perlahan, ia belajar satu hal: menurunkan harapan agar tidak terlalu sakit. Setiap ulang tahun, ia berkata pada dirinya sendiri, “Tidak apa-apa kalau tidak ada yang ingat.” Awalnya itu untuk menenangkan hati. Lama-lama, itu menjadi kebiasaan. Namun ada sesuatu yang tidak pernah padam dalam dirinya — sebuah bagian kecil yang tetap lembut. Bagian yang masih bisa merasa kasihan pa...
Image
  Berjuang Sendiri dalam Ikatan Pernikahan Aku pernah berpikir bahwa pernikahan akan membuat hidup terasa lebih ringan. Bahwa ada dua orang yang saling menopang, saling menguatkan, dan berjalan bersama menghadapi apa pun yang datang. Namun, yang aku jalani justru sebaliknya. Aku menikah, tetapi sering merasa harus berjuang sendiri. Hari-hari berlalu dengan tanggung jawab yang terus bertambah, sementara ruang untuk berbagi semakin sempit. Aku belajar menguatkan diri tanpa tepukan bahu. Menyelesaikan masalah tanpa tempat bersandar. Menangis diam-diam, lalu bangkit kembali seolah semuanya baik-baik saja. Bukan karena aku ingin terlihat kuat, tetapi karena tidak ada pilihan lain. Dalam pernikahan itu, aku menjalani peran demi peran dengan penuh usaha. Menjadi pasangan yang bertahan, yang mengalah, yang berusaha memahami, meski sering kali aku sendiri tidak dipahami. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan, namun tak menemukan waktu yang tepat—atau mungkin, tak menemukan telinga ya...

Sendiri di Dalam Ikatan

  Pernikahan yang Sunyi Aku pernah percaya bahwa pernikahan adalah tempat pulang paling tenang. Sebuah ruang aman di mana lelah bisa ditaruh, cerita bisa dibagi, dan bahu selalu tersedia untuk bersandar. Namun, kenyataan tidak selalu seindah harapan. Aku menikah, tapi sering merasa sendirian. Kesepian itu bukan karena tidak ada orang di sampingku, melainkan karena tidak ada yang benar-benar hadir. Kami berbagi atap, rutinitas, dan status, tetapi tidak lagi berbagi rasa. Percakapan menjadi formal, perhatian terasa kewajiban, dan kehangatan perlahan menghilang tanpa suara. Hari-hariku dipenuhi pertanyaan yang tak pernah terucap. Tentang apa yang salah. Tentang kapan semuanya berubah. Tentang mengapa aku merasa harus kuat sendirian, bahkan dalam ikatan yang seharusnya membuatku utuh. Aku belajar tersenyum di depan banyak orang. Menjawab “baik-baik saja” dengan lancar. Padahal, di dalam hati, ada ruang kosong yang semakin melebar. Aku merasa tidak didengar, tidak dilihat, dan perl...

Think to Start

today I just wanna b ME even I know maybe I'm not really good at all things but I try being myself and not copy-paste others or pretend to be someone to make people happy. I never know what should I do and am confused to do something also I get lost in my dreams and feel sad when I realize I'm not that smart as much around me. do u know what I should do right now? I need someone to guide me and teach me from zero try to know myself well and encourage me what really I want to be and where is my potential to be for. I should be professional in my carrier and never easy get offended and down if I cant do my best. it is so overwhelmed being someone like me, fortunately, I never complained about my weakness but I still keep my head up. ohhhh sigh..... bored.

Stand By Myself

 Keep fighting for dear my self, because no one believes in you but u has to trust in you let people know what is worth it for you.